Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2017

Bunda Nggak Perlu Bingung Hadapi Anak yang Keras Kepala dan Plin plan, Trik Jitu Sederhana Ini Bisa Mengatasinya !!

Bunda Nggak Perlu Bingung Hadapi Anak yang Keras Kepala dan Plin plan, Trik Jitu Sederhana Ini Bisa Mengatasinya !!

Seperti yang para ibu tahu, kemauan anak-anak bisa berubah dengan cepat. Di satu waktu si kecil ingin dibuatkan roti panggang, lalu, beberapa menit kemudian, dengan kening berkerut piring sarapannya dijauhkan sambil berkata dengan marah "Aku gak mau!" Yang sering membuat kita kehilangan kesabaran, ketika kita tanyakan dengan perkataan "Kenapa gak mau, sayang?", atau "Ada apa, apa adek gak lapar lagi?", jawabannya hanya diam cemberut.

Lauren Tamn, seorang mantan perawat yang juga sedang membesarkan anak balitanya, punya sedikit tips menghadapi anak yang moodnya suka berubah-ubah. Dan menurutnya ia telah menemukan trik untuk mengatasi masalah tersebut.

Apa sebenarnya penyebab anak berkelakuan plin-plan dan keras kepala?
Hal pertama yang Lauren ingin setiap orangtua pahami adalah dari lahir hingga usia tiga tahun, kelakuan anak ditentukan semata-mata oleh bagian otak yang bertanggungjawab atas kontrol emosinya. Tiga tahun pertama ini syaraf otak anak berkembang dengan luar biasa. Bayangkan, didalam otak anak, 700 neuron baru terbentuk setiap detik! Inilah alasan utama mengapa si kecil begitu keras kepala dan kemauannya sering tak bisa diprediksi.

Balita  Anda bukanlah monster kecil yang sulit dikendalikan. Diusianya, anak memang tak bisa memberikan jawaban logis atas pertanyaan "Mengapa kamu melakukannya?" "Ada apa sebenarnya?" atau "Kenapa adek nangis?" Anak kecil pun tak  mengerti mengapa mereka bisa begitu menginginkan sesuatu atau tak menginginkan sesuatu di setiap waktu. Mereka dikendalikan oleh impuls emosi yang begitu kuat. Sebagai contoh, tak peduli dengan apapun, anak akan sekuat tenaga berusaha melakukan suatu tindakan atau keinginan memiliki beberapa benda, Jadi, adalah hal yang normal bila mereka menjawab semua pertanyaan kita hanya dengan  menangis terisak, berteriak, jawaban tak masuk akal, atau malah diam ngambek berkepanjangan.

Lauren menjelaskan, saat ia pertama kali belajar tentang proses pembentukan kelakuan anak kecil, ia memutuskan untuk melakukan cara berkomunikasi baru dengan anaknya yang baru berumur 2 tahun.

"Begitu keinginan anak saya mulai berubah-ubah, awalnya minta roti panggang untuk sarapan, lalu tiba-tiba menolak memakannya sambil berteriak "Adek dah gak mau lagi!", yang pertama kali kulakukan adalah... tidak berdebat dengannya. Aku menahan diri dari pertanyaan yang akan semakin mengganggunya dan berusaha yang terbaik untuk menunjukkan kepadanya kalau aku menganggap biasa saja kelakuannya".

"Daripada mencoba menjelaskan apa yang salah dari kelakuannya, aku berkata pada diri sendiri kalau anakku benar-benar tak mengerti mengapa ia tiba-tiba tak lagi mau roti panggang yang baru kubuat. Ia bertingkah seperti itu tak lebih karena impuls emosi otaknya yang belum terkendali".

"Jadi aku terima kelakuan anakku sambil berkata "Baiklah, kalau adek gak mau, simpan untuk nanti aja, ya" lalu aku diam".

"Kuberi waktu si kecil selama beberapa menit untuk memutuskan apa yang sebenarnya ia inginkan. Jadi, agar tidak mengganggunya, kugunakan waktuku untuk membuat secangkir kopi untuk dinikmati sendiri".

3,2,1...

"Tepat tujuh menit setelah penolakannya, anak tersayangku mendatangiku dan bilang kalau ia mau makan roti panggangnya. Bukankah ini sebuah keajaiban?! tidak hanya terhindar dari debat panjang, aku akhirnya juga berhasil mencapai tujuan awal".

Satu tips tambahan untuk menghadapai anak yang telah menginjak usia 4-6 tahun. Bila mereka menolak apa yang kita suruh atau apa yang kita larang. Anda boleh memberi pengertian sederhana kepadanya mengapa kita melakukan hal tersebut. Kemudian cobalah bernegosiasi dengan membuat kesepakatan dengan si kecil.

Bila si kecil menolak diajak mandi karena sedang asyik bermain, beri pengertian mengapa ia harus mandi, lalu buat kesepakatan bersama berapa menit lagi ia boleh bermain. Dengan cara ini biasanya anak akan merasa dihargai dan dengan sukarela akan segera berhenti bermain dan mau mandi bila waktu yang disepakati telah tiba.

Ingatlah, Anda jangan sampai berdebat dengan si kecil. Terimalah ledakan emosinya, beri ia pelukan hangat, dan biarkan ia memilah keinginannya. Hal utama yang harus diingat adalah anak Anda tak ada niat untuk melawan Anda. Disaat itu, mereka hanya mencoba mengeksresikan apa yang mereka mau atau apa yang tak mereka mau dengan seketika.



Selasa, 31 Januari 2017

Awasi Anak Anda Saat Nonton Youtube !! Jangan Biarkan Anak Anda Menonton Film Kartun Ini di YouTube, Ada Adegan Wanita Buka Baju !!

Awasi Anak Anda Saat Nonton Youtube !! Jangan Biarkan Anak Anda Menonton Film Kartun Ini di YouTube, Ada Adegan Wanita Buka Baju !


Catatan seorang ibu tiga anak ini jadi viral dimana-mana. Ia menceritakan pengalaman mengagetkan saat ia baru pulang ke rumah. Sang ibu memang mengizinkan ketiga anaknya memakai gadget untuk macam-macam keperluan. Dari main game hingga menonton video di YouTube.

Tapi dari sinilah masalah itu dimulai. Ibu yang diketahui bernama Ummu Habibah itu kaget bukan kepalang melihat apa yang anak-anaknya tonton. Ia tak habis pikir jika ada orang yang sengaja membuat tontonan dengan kemasan yang kesukaan anak-anak.

Postingan ini ditulis oleh akun Dina Rosyada di Facebook. Sejauh ini, postingan tersebut sudah lebih dari 9.000 kali dibagikan.

Beginilah isi ringkasnya.

"Cerita dibawah pengalaman teman ku sendiri ya

*MARAH*
Rasanya seperti terkena aliran listrik dari kaki, naik ke kepala, ke ubun-ubun, kemudian meledak.

Saya pulang dari UI Depok untuk keperluan mengambil toga dan undangan wisuda. Catatan aplikasi HP saya saat itu mencatat saya sudah berjalan 6000 langkah lebih dalam 6 jam.

Saya dapati, dua anak yang besar besar sedang berbaring di rumah petakan kami yang kecil. Salah satunya memegang HP, keduanya sedang menonton. Saya menyapa mereka, dan mereka terkaget-kaget mengetahui saya sudah pulang. Melihat ekspresi mereka, saya menaruh curiga.

Saya minta HP nya, dan saya lihat apa yang mereka tonton, dan saat itulah seperti ada petir menggelegar di atas kepala.
"BUNDA MARAH SEKALI. BUNDA...TIDAK...SUKA"
Patah-patah saya mengatakannya. Dalam sepersekian detik, otak saya ini memutuskan dalam ketergesaan dan hampir pecah, kata kata apa yang ingin saya ucapkan.
Filter, Ummu, difilter
Ada suara berbisikan di dalam kepala

Saya menarik nafas,
"Bunda kecewa sekali, kenapa Nak?" Sebenarnya itu pernyataan dan pertanyaan untuk diri sendiri.

Sejurus kemudian, si sulung saya menangis meraung-raung meminta maaf. Adiknya, hanya memeluk kusen pintu, kepalanya menunduk namun matanya memandang saya, air matanya sudah banjir membasahi pipi dan bajunya. Dia menangis, sangat ketakutan, tanpa suara. 

Tragis. Pilu
Saya duduk lunglai. Kemudian meneliti video yang berjudul memuakkan itu
'Elsa getting pregnant by spiderman'

Video baru berjalan 4 menit, adegannya baru seputar elsa pergi sekola, bertemu beberapa teman lelaki dan muncul gambar love love. Saya lihat deretan video yang terpampang pada laman yang sama. Tentu saja, laman itu menautkan video porno lainnya.

Anak sulung saya terus menangis histeris
"Maapin aku... maapin aku... maapin aku"

Tanpa jeda, Saya menahan diri untuk menyebut mereka nakal, bandel, dan sejenisnya. Banyak-banyak beristighfar untuk mengendalikan situasi penuh kengerian ini. Saya peluk dahulu si anak tengah, dia yang memangis sakit dalam diam, langsung mengeluarkan suara sambil memeluk saya.
"Huhuhhuhu" Kakaknya saya rangkul

"Iya sayang, bunda maafkan, bunda juga minta maaf ya."
Setelah mereda, saya ajak bicara semuanya. Mereka bercerita, pada mulanya mereka main game, kemudian muncul tautan untuk menonton video singkat, kemudian muncul tautan lainnya, dan mereka menonton film kartun 'Elsa'.

Mereka juga menceritakan apa yang mereka lihat. Mereka belum sampai pada adegan panas ketika saya pergoki. Saya jadi merasa terlalu berlebihan. Tapi tetap saja, bagaimana jika mereka sudah melihatnya?

Akhirnya saya pun menjelaskan kenapa saya harus marah, dan meminta maaf karena membuat mereka takut.
"Aku tau bunda marah karena sayang, tapi aku baru lihat bunda sebegitu marah. Aku takut Bun." Kata si anak tengah, saya mengusap punggungnya. Saya bertanya-tanya, apakah saya dzalim? Apakah ini semua berlebihan ya Alloh?



Minggu, 27 November 2016

Info Penting!! Ini dia Aneka Cara Mencegah Serangan Rayap di Rumah Kamu!

Sebaiknya, pencegahan rayap dilakukan sebelum rumah mulai dibangun. Dengan begitu, metode pencegahan yg dilakukan bisa lebih optimal.

Namun, bila rumah yg Anda beli sudah terserang rayap.

beberapa cara dan metode berikut dpt membantu Anda mengendalikannya.

1. Metode Fisik

Buatlah penghalang masuknya rayap ke dalam bangunan, contohnya menggunakan pasir, perlit, ijuk, granit, atau stainless steel. Metode ini biasanya digunakan untuk mencegah menyerang rumah yg sedang dibangun.

2. Metode Hayati

Memanfaatkan musuh alami rayap utk menekan populasi rayap. Contohnya Nematoda (cacing-cacingan), jamur, dan bakteri.

3. Metode Kimia (Liquid Barrier System)

Memberikan perlakuan bahan kimia pd lapisan tanah agar menjadi penghalang bagi masuknya rayap ke dalam bangunan. Adapun caranya sm seperti tindakan preventif di pra konstruksi, yaitu melalui pengeboran dan injeksi sepanjang fondasi.

4. Metode Pengumpanan (Termite Baiting System)

Metode yg memanfaatkan perilaku rayap yg saling menyuapi (tropalaxis) dan sifat suka mengembara secara acak mencari makan (random foraging). Caranya, melalui pemasangan stasiun-stasiun umpan rayap berisi bahan aktif. Alhasil, proses pergantian kulit rayap terganggu, sehingga pd akhirnya mengeliminasi seluruh koloni rayap.


Semoga bermanfaat ya, silahkan share dan like

Sabtu, 26 November 2016

Si Buah Hati Tiba - Tiba Demam...? Jangan Panik, Lakukan 3 Tips Berikut ini Untuk Pertolongan Pertama !!

3 Tips Sederhana Menurunkan Demam Si Buah Hati



Demam merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami olah anak balita. Terkadang orang tua dibuat khawatir dengan panas tinggi yang dialami oleh buah hatinya sehingga berinisiatif untuk berkonsultasi dengan dokter.

Menurut kajian Ilmu Kedokteran, demam merupakan hal yang biasa dan normal terjadi pada manusia. Demam merupakan wujud perlawanan tubuh kita terhadap kuman yang ada di dalam tubuh atau infeksi yang terjadi dikarenakan luka atau semacamnya.

Reaksi orang tua pada umumnya sama ketika mengetahui buah hatinya demam, yakni berusaha mencari cara untuk menurunkan demam tersebut. Perlu diketahui, suhu tubuh untuk dikatakan mengalami demam adalah antara 37 – 38 derajat celcius. Biasanya, dalam kondisi seperti itu, orang tua akan memberikan obat untuk menurunkan panas. Sekedar informasi, obat penurun panas bukanlah obat yang ditujukan untuk menurunkan panas, melainkan obat yang didesain untuk membuat seseorang merasa lebih tenang dan nyaman. Adapun selain memberikan obat, ada beberapa cara lain selain memberikan obat yang dapat dicoba oleh orang tua. Nah, artikel ini akan berfokus pada beberapa tips menurunkan demam anak tanpa obat. Ingin tahu? Silahkan simak beberapa poin di bawah ini, antara lain :

  • Mengistirahatkan Si Buah Hati


Jika biasanya anak kita sangat lincah dalam beraktivitas, maka biasanya saat mengalami demam dia akan mengalami lemas dan lesu. Nah, dalam kondisi seperti ini jangan biarkan anak terlalu banyak bergerak. Sebisa mungkin anak harus menjalani bedrest untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

  • Kompres Dengan Air Hangat


Cara menurunkan demam anak dengan kompres air hangat merupakan pilihan yang bijak. Ada beberapa titik yang dapat dikompres saat demam. Bagian punggung, lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan selangkangan. Perlu diingat agar setiap 15 menit sekali kompres tersebut diganti dengan yang baru. Dan hal terpenting dalam mengkompres ini adalah jangan mengkompres dengan menggunakan air dingin. Mengapa dilarang menggunakan air dingin? Saat demam, panas tubuh menumpuk di dalam dan perlu untuk dikeluarkan melalui penguapan yang terjadi di pembuluh darah. Jika kita mengkompres dengan air dingin, pembuluh darah malah akan mengecil dan menghalangi proses penguapan tersebut sehingga demam akan sulit turun. Itulah sebabnya kita tidak boleh mengkompres seseorang yang demam dengan menggunakan air dingin.

  • Manfaatkan Ramuan Tradisional


Ramuan tradisional di sini berupa terapi herbal. Nenek moyang kita sejak dulu telah diakui ahli dalam meramu berbagai macam obat-obatan tradisional. Dalam kasus demam, manfaatkan bawang merah yang telah dihaluskan untuk dioleskan ke seluruh bagian tubuh anak. Hal ini dapat membuat si anak merasa lebih nyaman. Aroma bawang merah pun dapat menghadirkan sensasi yang menyenangkan (aroma Eukaliptus dan Lavender). Itulah sedikit manfaat bawang merah sebagai penurun panas yang sebaiknya Anda ketahui.

Nah, itulah beberapa tips praktis meredakan demam anak yang dapat dicoba di rumah. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sehat selalu.

Selasa, 22 November 2016

Bunda HARUS TAU Nih..!! 7 Kebiasaan Istri yang Di Benci Suami Tapi Tidak Pernah Di Ungkapkan

Tujuh Kebiasaan Paling Dibenci Suami Dari Istrinya Namun Tak Pernah Diungkapkan

Rupanya suami sulit mengungkapkan bahwa ada kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya tidak disukai olehnya. Berikut tujuh tebiasaan paling dibenci suami dari Istrinya tapi ia sulit mengungkapkannya



Namanya juga beda latar belakang kehidupan, wajar saja jika ada perbedaan dan perselisihan antara suami dan istri. Tapi rupanya, ada rahasia di kalangan para suami. Yakni ada kebiasaan para istri yang sangat menyebalkan baginya. Apa saja itu? berikur tujuh kebiasaan yang paling dibenci suami dari istrinya tapi ia sulit mengungkapkannya:

1. Setiap kali istri menganggap dirinya gendut dan tidak menarik

Bagi suami, bagaimanapun situasi istri, perempuan yang dinikahinya itu adalah yang tercantik dan terbaik. Karena itu para suami biasanya sangat kesal ketika istrinya rendah diri karena merasa gendut dan merasa tidak menarik. Jika suami berkata istrinya cantik baginya, maka ia ingin istrinya mempercayai perkataan itu. Para suami sebenarnya sangat kesal ketika istrinya tidak mempercayai perkataannya.

2. Setiap kali istri memaksakan dirinya

Para suami membenci situasi di mana istrinya memaksakan diri untuk melakukan sesuatu namun si istri juga mengeluh karena itu. Misalnya istri memaksakan diri untuk menghadiri pesta pernikahan kerabat di saat situasi kurang memungkinkan. Atau saat istri memaksakan diri harus menghadiri setiap acara di sekolah anak-anak. Dan lebih menyebalkan lagi baginya, setelah memaksakan dirinya, si istri juga mengeluh. Hal ini bikin suami geleng-geleng kepala.

3. Setiap kali istri merasa harus tampil sempurna setiap hari

Suami sering berpikir, “memangnya kapan aku memintamu selalu berpenampilan maksimal setiap hari?” Sebenarnya para suami yang mencintai istri tidak peduli sekalipun istrinya belum mandi atau mungkin tidak menggunakan make up.

Suami juga ingin menerima pasangannya apa adanya. Sehingga sulit baginya untuk mengerti mengapa istrinya seolah ingin selalu tampil maksimal di hadapannya, di saat ia sendiri juga tidak mengharapkan itu setiap hari.

4. Setiap kali istri membicarakan hal-hal yang dilihatnya di TV atau di internet seolah-olah itu nyata.

Ini mungkin terdengar lucu. Namun aneh bagi suami ketika istri begitu terjebak dalam cerita sinetron, drama, atau bahkan informasi-informasi yang diterimanya dari dunia maya. Bagi suami, mengapa harus menyulitkan hidup dengan hal-hal yang tidak berhubungan dengan hidupnya di dunia nyata?

5. Melihat para perempuan yang berkompetisi satu dengan lainnya

Membingungkan bagi pria mengapa perempuan tidak suka kalah dengan perempuan lainnya. Membandingkan cara berpakaian, perhiasan, bahkan sekadar membandingkan peralatan dapur. Bagi suami itu hal yang sangat aneh.

6. Saat istri berpikir dirinya tidak cukup baik

Sebenarnya suami yang mencintai istrinya sangat mensyukuri kehadiran istri di hidupnya. Baginya, istri sudah melakukan apa yang terbaik yang dirinya mampu lakukan. Sehingga bagi suami, itu lebih dari cukup. Ia tidak menuntut apapun yang lebih dari itu.

Sehingga suami sering heran mengapa istri masih saja sering merasa belum cukup baik. Padahal suami sendiri kadang begitu takjub melihat istrinya memasak, mengurus anak, mengurus rumah tangga, bahkan melakukan banyak hal-hal yang tidak bisa dilakukannya.

7. Ketika istri memberikan pandangan menyalahkan

Hal ini terdengar lucu. Ketika hamil dan melahirkan, tubuh istri tidak akan seindah sebelumnya. Dan sebenarnya suami bisa menerima itu. Sehingga ia tidak senang ketika istri seolah menyalahkannya dengan penampilannya pascamelahirkan. Apa yang bisa dilakukan oleh suami dengan penampilan istri setelah melahirkan, ia juga tidak mungkin hamil dan melahirkan kan?